Introduction

Selasa, 12 Juli 2011

Buah DUWET / JUWET yang Kaya Akan Antioksidan

Buah DUWET / JUWET yang Kaya Akan Antioksidan



Siapa yang PERNAH melihat buah yang ada di atas gambar ini?Yup buah ini biasa disebut buah duwet atau JUWET di daerah asalku LA CITY. Buah kecil-kecil berwarna ungu ini sekarang agak sulit ditemui. Dulu, duwet banyak dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga murah dan disukai anak-anak.
BIASANYA sebelum dimakan dikocok dulu dengan campuran garam di dalam panci. Rasanya ramai sekali: manis, sedikit asam, sedikit sepat, dan segar. Sesudah makan biasanya mulut dan lidah jadi berwarna ungu dan itulah salah satu daya tariknya bagi anak-anak. Meskipun bentuk, ukuran, dan warnanya lebih mirip dengan buah anggur, entah kenapa dalam bahasa Inggris dinamakan java plum (Tropical Fruits of Indonesia, 2000). Mungkin karena sama-sama berbiji satu.


Di beberapa daerah lain di Indonesia, orang mengenal buah ini dengan nama jamblang, juwet, atau jambolan. Sebenarnya ada jenis yang berwarna putih, yang dikenal dengan nama duwet putih, namun lebih jarang ditemui dan kurang populer walaupun rasanya lebih manis, lebih segar, dan kurang sepat.

Pada umumnya orang hanya mengenal buah duwet ungu saja sehingga bila menyebutkan buah duwet biasanya yang dimaksud adalah buah duwet ungu. Pohonnya biasanya tumbuh liar di ladang, pekarangan rumah, lereng gunung, bahkan tidak jarang di kuburan. Dalam buku Flora disebutkan, pohon ini tumbuh di bawah 300 m dpl.

Buah duwet (Syzygium cumini) masih satu famili dengan jambu air dan cengkeh (Myrtaceae). Pohonnya tinggi, bisa mencapai 10-20 m, dan kayunya baik digunakan sebagai bahan bangunan. Ini yang menyebabkan orang sering kali lebih suka menebang pohon tersebut untuk diambil kayunya karena buahnya kurang mempunyai nilai ekonomi. Untuk memanennya, orang harus memanjat dan membawa galah yang berkantong karena kalau jatuh ke tanah buahnya mudah hancur.

Aktivitas antioksidan
Buah duwet ternyata mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi. Bila dibandingkan, aktivitasnya hampir setara dengan BHT-antioksidan sintetik-yang umum digunakan saat ini. Besar kemungkinan hal ini disebabkan oleh warna ungu/pigmen ungu dalam buah tersebut yang dikenal dengan nama antosianin.

Aktivitas antioksidan buah duwet dipengaruhi oleh tahapan kematangannya. Buah mentah yang berwarna hijau aktivitas antioksidannya rendah, buah hampir masak yang berwarna merah dan masih keras aktivitas antioksidannya meningkat, dan buah masak yang berwarna ungu aktivitas antioksidannya paling tinggi. Oleh sebab itu, buah duwet memang sebaiknya dikonsumsi pada saat sudah masak, namun sebaiknya pada saat masih segar. Begitu kurang segar, aktivitas antioksidannya menurun tajam.

Belum banyak penelitian yang dilakukan terhadap buah ini, mungkin karena nilai ekonominya rendah dan sulit memperoleh sampel memadai. Padahal, sebenarnya buah ini mempunyai potensi yang baik sebagai sumber antioksidan alami, rasanya sudah dapat diterima oleh masyarakat, aman, dan sebagai buah bisa dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak sehingga bisa berkontribusi terhadap kesehatan.

Dibandingkan rempah-rempah-yang aktivitas antioksidannya tinggi-namun biasanya hanya dikonsumsi dalam jumlah sedikit; atau dibandingkan antioksidan sintetik-yang aktivitas antioksidannya tinggi-namun sering diragukan keamanannya; maka buah berwarna ungu ini cukup potensial sebagai sumber antioksidan yang aman.

Peran antioksidan
Antioksidan dipercaya mempunyai peran penting terhadap kesehatan, khususnya dalam mencegah dan memerangi penyakit-penyakit degeneratif, seperti CHD (coronary heart disease) dan kanker. Sebelumnya para ilmuwan percaya bahwa konsumsi buah dan sayur dapat menurunkan risiko kanker karena buah dan sayur banyak mengandung antioksidan vitamin, seperti vitamin C (asam askorbat), vitamin E (tokoferol), dan beta karoten (provitamin A).

Namun, studi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa sebenarnya ada senyawa lain dalam buah dan sayur yang menurunkan risiko kanker, yaitu polifenol. Polifenol bisa bekerja dengan beberapa cara untuk mencegah kanker, misalnya dengan memblok karsinogen, sebagai antioksidan, menyapu radikal bebas, antiproliferasi, maupun antiprogresi. Polifenol meliputi beberapa golongan senyawa, termasuk di antaranya flavonoid dan salah satu anggotanya adalah antosianin.

Antosianin sebagai penyebab warna ungu pada buah duwet sebelum ini hanya dikenal sebagai pigmen yang berfungsi untuk menarik serangga agar membantu penyerbukan maupun penyebaran biji. Pigmen ini terdapat luas pada tanaman, umumnya pada bunga dan buah, dengan variasi warna merah, ungu, biru, sampai jingga, misalnya pada stroberi, murbei, markisa, dan blueberry. Antosianin larut dalam air sehingga memudahkan inkorporasi ke dalam bahan pangan.

Prior dan Cao (2000) juga melaporkan bahwa antosianin termasuk dalam kelompok senyawa flavonoid yang selama ini belum banyak mendapat perhatian dalam kaitannya dengan gizi manusia.

Aktivitas antioksidan antosianin terlihat baik pada buah berantosianin maupun pada antosianin murni. Beberapa jenis antosianin bahkan mempunyai aktivitas antioksidan dua kali lipat dibandingkan antioksidan komersial yang sudah banyak dikenal selama ini, seperti katekin dan alfa-tokoferol.

Jadi, warna merah keunguan pada buah duwet yang disukai anak-anak itu besar manfaatnya untuk kesehatan sehingga tidak mengherankan bila mereka biasanya sehat dan berenergi. Untuk penerapan secara lebih luas di masa mendatang, buah ini bisa diolah menjadi sari buah/ jus, bisa juga dibuat menjadi selai untuk pengisi donat, atau untuk mempercantik penampilan serta menambah cita rasa pada es krim dan yoghurt.

Dengan demikian, duwet tidak hanya dapat meningkatkan derajat kesehatan, tetapi juga menambah khazanah makanan fungsional/ makanan kesehatan yang populer akhir-akhir ini.

Lydia Ninan Lestario Staf Pengajar Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Peserta Program Doktor pada Program Studi Ilmu Pangan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
http://www.flobamor.com/forum/pengetahuan-kesehatan/3861-obat-tradisional-indonesia.html#post5026

Minggu, 10 Juli 2011

TANAMAN PENDETEKSI BOM

TANAMAN PENDETEKSI BOM


Mungkin ga asing lagi bagi kita dengan kata bom...bom bom dan bom yang hampir tiap tahun ada di INDONESIA...tidak perlu takut...ada info menarik ni dari..... ilmuwan di Colorado State University mengembangkan cara agar tanaman yang biasa kita dijumpai sehari-hari dapat mendeteksi adanya bom.

Mereka terus melakukan penelitian bagaimana agar tanaman hijau berubah warna menjadi putih ketika ada bom atau senjata biologi dan kimia di sekitar kita.

Bayangkan, bila seseorang berjalan melewati tanaman tersebut di bandara udara dengan membawa bom secara tersembunyi, lalu warna tenaman berubah. Itulah saatnya pihak keamanan dipanggil.

Tanaman pendeteksi bom
Profesor June Medford dan rekan-rekanya dari Colorado State University kini tengah mengembangkan cara tersebut bersama Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Nantinya, tanaman pendeteksi bom itu akan ditempatkan di bandara udara maupun tempat keramaian lainnya.

“Yang kami lakukan adalah memodifikasi bibitnya,” kata Medford. “Ini akan menjadi sifat bawaan tanaman yang stabil dan akan terus bertahan.”

Ide tersebut untuk sementara ini seperti sebuah kisah fiksi. Tapi Medford bersikeras bahwa mendeteksi bahan kimia dengan tanaman adalah hal yang masuk akal.

Dia mencontohkan buah pisang. Saat dipetik warnanya hijau. Pisang itu, jika di daerah bersuhu dingin, tidak akan cepat matang kecuali diberi gas ethylene.

Nah, itu yang menginspirasi tim pimpinan Medford. Ia memodifikasi bibit tanaman agar bereaksi saat terkena gas kimiawi. Warna tanaman berubahd dari hijau menjadi putih.

“Tanamannya bisa apa saja. Tak ada yang khusus,” kata Medford. “Kelebihan tanaman adalah mereka tidak akan pernah takut atau lari bila ada ancaman bom.”



Source: http://tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/02/16/brk,20110216-313712,id.html

Senin, 04 Juli 2011

Pisang

Mengatasi dan Mengobati Nyeri Leher dengan Makan Pisang

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel khasiat buah pisang...
Sering mengalami nyeri otot Makan saja buah PISANG. Mengapa Harus buah Pisang???

Kandungan mineral kalium yang tinggi dalam pisang diketahui bisa mengembalikan keseimbangan elektrolit dan mengurangi kontraksi otot yang menyakitkan. Selain itu pisang diketahui mengandung kadar lemak dan kolesterol yang rendah serta tinggi vitamin dan mineral.

Mengonsumsi buah pisang yang dikombinasikan dengan istirahat serta konsumsi cairan yang tepat bisa menjadi obat yang sederhana dan efektif untuk mengatasi beberapa jenis sakit atau nyeri pada leher, seperti dikutip dari Livestrong, Rabu (29/6/2011).

Sakit atau nyeri pada leher seringkali disebabkan oleh ketegangan otot akibat cedera, menghabiskan waktu lama di depan komputer atau menyetir. Selain itu tekanan pada saraf yang terletak di leher juga bisa menimbulkan rasa sakit.

Rendahnya kadar mineral tertentu di dalam tubuh terutama kalium atau kalsium bisa memicu terjadinya otot kejang. Efek ini akan menjadi lebih buruk terasa ketika seseorang mengalami dehidrasi di saat yang bersamaan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kram dan nyeri otot leher adalah meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan kalium. Makanan ini meliputi buah pisang, jus jeruk, tomat, kismis atau kentang yang dipanggang bersama kulitnya.

Sebuah pisang ukuran sedang diketahui memiliki kandungan kalium sebanyak 422 mg, dan tingkat asupan harian dari kalium untuk orang dewasa sekitar 4.700 mg sedangkan bagi atlet asupannya lebih tinggi lagi karena untuk menghindari nyeri otot.

Tapi jika rasa sakit atau nyeri di leher tidak juga berkurang atau justru menjadi lebih buruk, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Karena bisa jadi nyeri yang muncul bukan akibat otot yang tegang, melainkan sebagai gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius terutama jika rasa nyeri semakin menyebar ke lengan atau bahu.

Source: http://www.adipedia.com 04072011

Rabu, 29 Juni 2011

Aflatoksin

Aflatoksin

Aflatoksin merupakan segolongan senyawa toksik (mikotoksin, toksin yang berasal dari fungi) yang dikenal mematikan dan karsinogenik bagi manusia dan hewan.

Spesies penghasilnya adalah segolongan fungi (jenis kapang) dari genus Aspergillus, terutama A. flavus (dari sini nama "afla" diambil) dan A. parasiticus yang berasosiasi dengan produk-produk biji-bijian berminyak atau berkarbohidrat tinggi. Kandungan aflatoksin ditemukan pada biji kacang-kacangan (kacang tanah, kedelai, pistacio, atau bunga matahari), rempah-rempahketumbar, jahe, lada, serta kunyit), dan serealia (seperti gandum, padi, sorgum, dan jagung). Aflatoksin juga dapat dijumpai pada susu yang dihasilkan hewan ternak yang memakan produk yang terinfestasi kapang tersebut. Obat juga dapat mengandung aflatoksin bila terinfestasi kapang ini.

Praktis semua produk pertanian dapat mengandung aflatoksin meskipun biasanya masih pada kadar toleransi. Kapang ini biasanya tumbuh pada penyimpanan yang tidak memperhatikan faktor kelembaban (min. 7%) dan bertemperatur tinggi. Daerah tropis merupakan tempat berkembang biak paling ideal.

Toksin ini memiliki paling tidak 13 varian, yang terpenting adalah B1, B2, G1, G2, M1, dan M2. Aflatoksin B1 dihasilkan oleh kedua spesies, sementara G1 dan G2 hanya dihasilkan oleh A. parasiticus. Aflatoksin M1, dan M2 ditemukan pada susu sapi dan merupakan epoksida yang menjadi senyawa antara.

Aflatoksin B1, senyawa yang paling toksik, berpotensi merangsang kanker, terutama kanker hati. Serangan toksin yang paling ringan adalah lecet (iritasi) ringan akibat kematian jaringan (nekrosis). Pemaparan pada kadar tinggi dapat menyebabkan sirosis, karsinoma pada hati, serta gangguan pencernaan, penyerapan bahan makanan, dan metabolisme nutrien. Toksin ini di hatiepoksida yang sangat reaktif terhadap senyawa-senyawa di dalam sel. Efek karsinogenik terjadi karena basa N guanin pada DNA akan diikat dan mengganggu kerja gen. akan direaksi menjadi

Pemanasan hingga 250 derajat Celsius tidak efektif menginaktifkan senyawa ini. Akibatnya bahan pangan yang terkontaminasi biasanya tidak dapat dikonsumsi. (www.wikipedia.com)

UNTUK PENGENDALIAN KONTAMINASI AFLATOKSIN PADA KACANG TANAH

1. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada saat masak optimum (umur antara 90 – 100 hari, tergantung varietasnya) atau dengan kriteria minimal 75% polong telah terbentuk per tanaman, dan bagian kulit dalam telah berwarna gelap.
2. Segera melakukan perontokan. Cara manual (dipetik) memberi risiko kecil untuk polong rusak/luka meskikapasitasnya rendah (8-10 kg/jam/orang).
3. Polong kacang tanah harus segera dikeringkan (< 48 jam) sampai kadar air <10 % ditandai dengan ringannya polong dan nyaringnya bunyi biji bila polong dikocok, agar aman dari risiko kontaminasi aflatoksin. Pada musim kemarau, kadar air tersebut dapat dicapai dengan pengeringan 3 hari di atas lantai jemur, namun menjadi lebih lama bila pemanenan jatuh pada musim hujan. Untuk mengatasinya, dapat digunakan alat pengering tipe bak yang kapasitasnya 500 kg polong basah, dengan suhu pengeringan 50°C selama 12 jam. Agar proses pengeringan berjalan dengan baik, polong kacang tanah tersebut harus diaduk/dibalik setiap 2 jam untuk
meratakan suhunya. Namun, alat ini kurang ekonomis untuk petani perorangan karena biayanya relatif mahal, sehingga lebih sesuai untuk pedagang pengumpul/besar.
4. Pengupasan polong harus semaksimal mungkin menghindari rusaknya polong. Pisahkan polong yang muda, keriput, busuk, dan luka atau rusak dari polong yang baik untuk mencegah kontaminasi aflatoksin pada kacang tanah lainnya.
5. Agar aman disimpan, kadar air kacang tanah harus < 9% untuk polong dan < 7% untuk biji. Oleh karena itu, penyimpanan sebaiknya dilakukan pada kondisi ruang penyimpan yang sejuk (suhu 27°C) dan kering (kelembaban nisbi 56-70%) dengan menggunakan bahan pengemas kedap udara dan diletakkan secara bertumpuk di atas rak-rak kayu serta diberi jarak dengan dinding. Untuk skala besar, penyimpanan biji kacang tanah (kadar air 8%) dalam karung goni yang dirangkap dengan kantong plastik polietilen tipis dilaporkan efektif sampai 6 bulan dengan kadar aflatoksin 16,8 ppb.
(BPOM)


Selasa, 28 Juni 2011

Kegunaan Kulit Pisang





Kegunaan Kulit Pisang

Kalian semua pasti tahu kan gambar di atas ini apa?? Yup betul sekali " KULIT PISANG ". Selama ini kita semua setelah makan pisang pasti kulitnya dibuang. Ternyata kulit pisang yang selama ini dianggap sebagai sampah mempunyai banyak manfaat, misalnya memurnikan air. Menurut sebuah penelitian di jurnal Industrial & Engineering Chemistry Research, kulit pisang bisa menyaring logam berat terutama timbal (Pb) dan tembaga (Cu).


Dalam penelitian tersebut, kulit pisang yang digunakan tidak dimodifikasi melainkan hanya dicincang kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam air yang tercemar. Cincangan kulit pisang bisa dugunakan hingga 11 kali tanpa kehilangan kemampuannya untuk menyerap logam berat.

Sementara itu dikutip dari Re-nest.com, Minggu (13/3/2011), masih banyak manfaat lain dari kulit pisang selain untuk memurnikan air. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Meredakan nyeri
Minyak nabati yang terkandung dalam kulit pisang punya senyawa tertentu yang berkhasiat sebagai pereda nyeri. Tempelkan kulit pisang yang bersih dan masih segar untuk mengurangi rasa nyeri pada luka bakar atau tergores.

2. Mengatasi gatal
Gatal-gatal akibat gigitan serangga atau alergi ringan bisa diatasi dengan kulit pisang. Caranya cukup dengan menempelkannya di permukaan kulit yang terasa gatal.

3. Mengobati kutil
Kulit pisang diyakini punya aktivitas antivirus, sehingga banyak yang menggunakannya untuk mengusir kutil dari permukaan kulit. Caranya dengan menempelkan kulit pisang, lalu ditahan dengan plester dan dibiarkan hingga sembuh dengan sendirinya.

4. Mempercepat kesembuhan luka
Luka yang sudah mulai kering terasa gatal karena tertutup serpihan kulit mati yang mengeras. Serpihan itu bisa dihilangkan lebih cepat hanya dengan mengoleskan kulit pisang, karena akan bereaksi dengan enzim yang terkandung di dalamnya.

5. Menyuburkan tanah
Tidak hanya untuk campuran kompos, kulit pisang bisa langsung ditimbun begitu saja ke dalam tanah untuk menyuburkan tanaman di sekitarnya. Kulit pisang memiliki kandungan potassium yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman.

6. Mengkilapkan tanaman hias
Berbagai tanaman hias semacam anthurium, gelombang cinta dan sejenisnya akan lebih menarik jika daunnya tampak hijau mengkilap. Gunakan sisi dalam kulit pisang yang teksturnya lunak untuk memolesnya, maka dedaunan itu akan mengkilap dan lebih tahan lama.

7. Mengkilapkan sepatu
Tidak perlu panik jika suatu saat kehabisan semir sepatu, asalkan ada pisang di lemari es. Kupas biuahnya, lalu gunakan kulitnya untuk memoles sepatu kulit agar tampak mengkilap seperti habis disemir.















Sabtu, 04 Juni 2011

WISATA AIR TERJUN DI INDONESIA

  • Wisata Air Terjun di Indonesia

    Sumber by : isyanaWed Yahoo Indonesia

    Oleh Isyana Artharini

    Air yang tumpah dari ketinggian tebing-tebing batu menjadi pemandangan indah. Di bawahnya, orang berkerumun dan siap bermain pancuran alami atau berenang di kolam yang sejuk. Di berbagai tempat di Indonesia, air terjun selalu menjadi objek wisata alam yang menarik.

    Inilah beberapa air terjun yang terkenal karena keunikannya.

    Lembah Anai
    Terletak di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi, air terjun ini sebenarnya terletak di kawasan cagar alam Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Di sekitar air terjun terdapat monyet yang berkeliaran. Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 60 meter ini punya pemandangan luar biasa. Pada saat liburan, air terjun ini dikunjungi oleh ratusan pengunjung. Foto: Antara/Iggoy el Fitra

    Moramo
    Keunikan air terjun ini adalah tingkat-tingkatannya. Air terjun Moramo terletak di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Ada yang menghitung tujuh tingkat, ada yang menghitung 10 tingkat. Kurang lebih, air akan jatuh berturutan dari ketinggian 100 meter. Konon, air terjun yang terletak di hutan suaka alam Tanjung Peropa ini juga terkenal akan legenda tempat mandi bidadari. Foto: Antara/Zabur Karuru

    Resun
    Air terjun Resun terletak di Daik, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Airnya berasal dari sungai-sungai yang mengairi Gunung Daik dan banyak dikunjungi wisatawan lokal saat hari libur. Kawasan Gunung Daik (1165 mdpl) dengan tiga cabang pun sebenarnya bisa menjadi tujuan pendakian. Selain Gunung Daik dan air terjun Resun, ada juga tempat pemandian putri Sultan Mahmud Muhazam Syah, Batu Babi dan Batu Buaya (karena berbentuk mirip seperti babi dan buaya), Batu Belah, pemandian Lubuk Papan dan air terjun Cik Latif. Foto: Antara/Feri

    Jembatan Batu
    Air terjun Jembatan Batu terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara. Sebenarnya air terjun ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 10 meter. Tetapi yang istimewa adalah — seperti namanya — bebatuannya berbentuk seperti jembatan batu alami. Selain itu, ada air terjun mini lain yang memungkinkan aktivitas panjat tebing seperti foto di atas. Foto: Tempo/Arie Basuki

    Taman Nasional Bantimurung
    Air terjun setinggi 15 meter dengan lebar 20 meter ini memberikan daerah yang luas bagi pengunjung untuk menikmati curahan air sejuk. Di sekitar air terjun, terdapat cekungan-cekungan sungai yang biasa dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat berenang. Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung Taman Nasional Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan, juga bisa mengunjungi Gua Mimpi yang terkenal dengan stalaktit beningnya. Bantimurung juga terkenal sebagai “Kerajaan Kupu-kupu” karena taman ini adalah habitat bagi ribuan kupu-kupu. TEMPO/ Ayu Ambong